Select Menu

Combined Post

Mag Posts

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Combined Posts 2

Mag Post 2

2 Column Post

Simple Post

Simple Post 2

New Carousel

Video Posts


 Piala Dunia merupakan perhelatan paling ditunggu-tunggu penggemar sepak bola di seluruh dunia. Terlebih lagi jika tim nasional ikut berlaga dalam putaran final.

Kompetisi empat tahun sekali itu tahun ini digelar di Brasil. Para pendukung tim nasional masing-masing negara yang ikut bertanding pasti menginginkan timnya mendapat hasil terbaik.

Mereka yang menjadi pendukung tim nasional masing-masing sudah jauh-jauh hari memburu tiket untuk menyaksikan langsung di stadion. Namun tidak semua orang beruntung bisa melihat langsung aksi para pahlawan tim nasional mereka.

Warga yang tidak bisa menyaksikan langsung ke stadion akan memilih menonton melalui layar kaca. Uniknya, tidak semua negara peserta Piala Dunia membolehkan warganya menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui layar kaca. Ulama di beberapa negara bahkan mengeluarkan fatwa yang melarang warga menonton Piala Dunia.



1. Iran
Saat Iran menghadapi Nigeria dalam putaran final Piala Dunia di Brasil dini hari tadi, pendukung kedua negara di tanah air mereka banyak yang kesulitan menggelar nonton bareng di ruang publik.

Pasalnya polisi Iran melarang kafe-kafe dan restoran menayangkan Piala Dunia, termasuk pertandingan tim nasional Iran sendiri.

Mengutip media lokal, BBC melaporkan, Kamis (12/6), keputusan itu dibuat hanya beberapa pekan setelah pemerintah melarang kaum hawa menonton Piala Dunia bersama kaum pria di ruang publik.


Meski stasiun televisi Iran masih menayangkan Piala Dunia namun polisi mengatakan kepada Asosiasi Pemilik Kafe di Ibu Kota Teheran, mereka dilarang menyiarkan pertandingan itu ke publik.



2. Nigeria
Pemerintah Nigeria di wilayah timur laut negeri itu, tepatnya di Kota Adamawa, melarang warga menggelar acara nonton bareng seluruh tayangan pertandingan Piala Dunia. 

Alasan mereka karena acara semacam itu rentan serangan kelompok militan bersenjata Boko Haram, seperti dilansir BBC pekan ini.

"Tindakan kami adalah untuk melindungi nyawa mereka," ujar Brigadir jenderal Nicholas Rogers kepada wartawan.


Sepekan sebelum pengumuman larangan itu militan Boko Haram diduga melancarkan serangan bom mobil hingga menewaskan 18 orang saat menonton Piala Dunia.



3. Mesir
 Di saat warga sejagat bersemangat menyambut penyelenggaraan Piala Dunia di Brasil, seorang ulama Mesir beraliran ultra-konservatif mengatakan menonton pertandingan sepak bola tidak dapat diterima dalam Islam karena itu adalah sebuah gangguan dan dapat "menghancurkan bangsa-bangsa".

Yasser Borhami, seorang anggota pendiri dari gerakan Salafi utama di Mesir, yakni Ad-Da'wa As-Salafiya (Seruan Salafi), mengatakan menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan sepak bola adalah "bencana yang membuat saya sangat marah", seperti dilansir surat kabar Arab News, Senin (16/6).

Dia mengatakan menonton pertandingan sepak bola merupakan gangguan dari kewajiban agama dan duniawi, yang akhirnya dapat menyebabkan "kehancuran bangsa dan rakyat".

Pendapatnya agama itu, atau fatwanya, telah diunggah di situs mereka dalam sebuah video dua hari lalu, berbeda jauh dengan kebijaksanaan konvensional menyebut bahwa kompetisi olah raga seperti Piala Dunia berfungsi untuk membina persahabatan dan pemahaman antara bangsa-bangsa di dunia.

Borhami mengatakan bahwa ada kondisi yang akan membuat sesuatu menjadi "haram" atau tidak dapat diterima dalam Islam, yakni jika hal itu dapat mengalihkan perhatian Anda dari tugas-tugas agama, kemudian memperlihatkan bagian tubuh di mana menurut Islam seharusnya ditutup, atau menyebabkan kaum muslim menyukai dan mendukung orang-orang kafir. Dia menjelaskan bahwa pertandingan sepak bola biasanya memenuhi semua kondisi tersebut.

Pernyataannya itu langsung memicu kecaman, pada saat warga Mesir terpaku pada televisi mereka mulai pagi hari karena perbedaan waktu dengan Brasil.

Ketika ditanyakan oleh seorang pembawa acara yang merupakan penggemar sepak bola fanatik di Mesir saluran CBC tentang fatwanya itu, Borhami kembali menegaskan, "Saya hanya mengatakan jangan buang waktu Anda."

Dia mengatakan bahwa seruannya itu telah dibawa di luar konteks oleh mereka yang ingin menyerangnya karena alasan politik.


Borhami, yang kelompoknya pernah menjadi pendukung kelompok sesama Islam dari Ikhwanul Muslimin yang naik ke tampuk kekuasaan di Mesir setelah pemberontakan 2011, malah kemudian mengkritisi kelompok itu dan menuduhnya mendominasi kekuasaan politik. Borhami dan kelompoknya kemudian mendukung protes rakyat terhadap Ikhwanul Muslimin dan penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang dilakukan militer.



4. Arab Saudi
 Di saat media global beralih ke Brasil untuk berlomba-lomba memberitakan ajang kompetisi sepak bola terbesar sejagat Piala Dunia, media Israel justru kembali mengungkit sebuah cerita tentang fatwa dikeluarkan seorang ulama Arab Saudi garis keras yang melarang sepak bola, meski fatwa itu dikeluarkan pada tahun lalu.

Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI), yang didirkan pada 1998 oleh mantan perwira intelijen militer Israel Yigal Carmon dan Meyrav Wurmser, seorang ilmuwan politik Amerika kelahiran Israel, dua hari lalu menerbitkan terjemahan dari fatwa ulama Saudi Syekh Abd al-Rahman al-Barrak itu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (13/6).

Fatwa itu menyatakan bahwa sepak bola adalah sebuah kekejian yang menyebabkan orang membuang-buang waktu mereka untuk mengadopsi kebiasaan bejat dari musuh-musuh Islam dan memuliakan pemain sepak bola "kafir".

Menurut terjemahan MEMRI itu, Syekh al-Barrak mengeluarkan fatwa dalam menanggapi permintaan oleh seorang pembaca di situs miliknya (albarrak.islamlight.net), yang bertanya-tanya bagaimana cara bersikap terhadap penggemar sepak bola yang mengagumi dan memuji pemain sepak bola dari warga asing.

Namun, MEMRI gagal menunjukkan bahwa fatwa itu tertanggal Maret 2013 dan menjelaskan mengapa mereka menerbitkan sebuah cerita tentang hal itu sekarang, mengingat bahwa fatwa itu sudah berusia lebih dari satu tahun.

Situs the Jerusalem Post yang berbasis di Israel dengan cepat mengambil cerita dengan menulis, " Piala Dunia berlangsung di Brasil pada Kamis malam, namun tidak semua orang senang".

"Dalam sebuah fatwa baru-baru ini, ulama Saudi Syekh Abd al-Rahman al-Barrak menulis bahwa permainan sepak bola adalah kekejian moral dan sosial," tulis the Jerusalem Post, merujuk pada terjemahan MEMRI.


The Jerusalem Post, serta beberapa surat kabar dan media lainnya, tampaknya telah mengangkat cerita MEMRI tentang fatwa itu tanpa meneliti terlebih dahulu atau mengklarifikasi tanggal asli fatwa itu dikeluarkan.
Dalam hitungan hari, perhelatan akbar Piala Dunia 2014 akan segera dimulai. Persiapa seluruh tim nasional sudah hampir mendekati finish. Semua tim memiliki ambisi untuk menang, sekalipun beberapa di antaranya masih disebut 'tim kuda hitam' atau bahkan baru kali pertama tampil di ajang Piala Dunia.

Ambisi besar utnuk menjadi juara juga dimiliki oleh tim nasional Argentina. Memiliki segudang pemain top dunia, membuat mereka sangat yakin untuk bisa mengalahkan semua lawan di ajang empat tahunan tersebut.

Banyak publik yang menyebutkan bahwa Argentina akan sulit menjadi juara karena ketergantungan dengan Messi, atau yang mereka sebut dengan 'Messidependiente'. Terlebih lagi Messi di kompetisi lokal bersama Barcelona musim ini tampil kurang meyakinkan. Hal itu yang membuat banyak orang masih meragukan kemampuan timnas Argentina.

Namun jika diperhatikan dengan seksama, Argentina memiliki peluang besar untuk menjadi juara di Piala Dunia kali ini. Beberapa alasan memperkuat hal tersebut. Apa saja yang bisa membuat Argentina bakal menjadi juara di tahun ini? Nah, berikut ini adalah 5 alasan Argentina mampu menjuarai ajang Piala Dunia 2014.


1. Komposisi pemain luar biasa

Jika melihat bagaimana komposisi pemain dari tim nasional Argentina ini pastilah sangat komplit. Kekuatan hampir ada di semua lini, baik lini depan maupun belakang.

Beberapa pemain bahkan memiliki pengalaman atau jam terbang tinggi bersama tim-tim besar Eropa yang memungkinkan bakal memupuk mental juara. Sebut saja Lionel Messi, Lavezzi, Di Maria, Marcherano, Demichelis, dan masih banyak lagi.

Dengan komposisi pemain yang luar biasa ini, sangat memungkinkan tim Tango bakal juara di ajang Piala Dunia 2014.


2. Barisan depan mematikan

Sudah pasti yang paling menjadi sorotan adalah lini depan Argentina yang mematikan. Nama Sekelas Lionel Messi, Angel Di Maria, Lavezzi, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain bakal bergantian mengisi posisi penyerang.

Pelatih timnas Argentina, Alejandro Sabella, tentu tidak akan kehabisan stock penyerang jika anak asuhnya sedemikian banyak dan semuanya mematikan. Daya gedor nyaris sempurna untuk tim Tango.


3. Bermain di tanah Amerika Latin

Keuntungan bermain di tanah Amerika Latin juga bakal mempengaruhi hasil akhir. Bagaimanapun juga, pemain dari negara di luar Amerika Latin tentunya akan sulit beradaptasi dengan segala kemungkinan cuaca, suhu, dan sebagainya.

Sebaik-baiknya mereka mampu beradaptasi, tim Argentina sudah tentu bisa jauh lebih baik dari mereka. Lawan terberat Argentina adalah tuan rumah Brasil yang memiliki tekad untuk menjuarai Piala Dunia 2014 di tanah sendiri.


4. Ambisi Messi untuk juara

Piala Dunia 2014 kali ini mungkin sangat spesial bagi seorang Lionel Messi. Di ajang ini, pemain Messi akan melakoni debutnya sebagai kapten timnas Argentina.

Di samping itu, pemain peraih Ballon d'Or empat kali ini bertekad untuk menjuarai Piala Dunia 2014 karena selalu mendapat banyak kritik. Di pentas terbesar ini, Leo akan membuktikan diri bahwa dia bukan hanya 'hidup' di Barca, namun juga di tim Tango dengan menggondol piala.


 5. Fase grup lebih menguntungkan

Di sisi lain, peluang lolos Argentina di fase grup sangatlah besar. Hal ini disebabkan oleh negara yang berada di satu grip bersama Argentina relatif lebih mudah, yakni Bosnia-Herzegovina, Iran, dan Nigeria.

Menurut pelatih Argentina sendiri, Alejandro Sabella, lawan paling tangguh di grup F adalah Nigeria. Sebab Bosnia adalah tim yang baru pertama kali ikut ajang Piala Dunia. Sedangkan Iran juga dianggap sebagai tim kuda hitam dari Asia. Sementara Nigeria, pernah tiga kali bertemu dengan Argentina di berbagai kompetisi dan semuanya dimenangkan oleh Messi dkk.

Lantas, dengan segala kemungkinan itu mampukah Argentina menjuarai Piala Dunia 2014?

Teknologi garis gawang untuk pertama kalinya digunakan pada pertandingan Piala Dunia 2014 di Brasil antara Kroasia melawan Brasil yang berlangsung pada Jumat dini hari, 13 Juni 2014.

Mengutip laman CNN, Sabtu (14/6/2014), teknologi ini dijuluki GoalControl-4D dan dikembangkan oleh startup asal Jerman bernama GoalControl. Dalam mengoperasikan perangkat ini Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dilaporkan menghabiskan dana hingga US$ 3,5 juta atau sekitar Rp 41 miliar.


Ajang Piala Dunia 2014 kali ini akan menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda yang namanya tercantum dalam skuad timnas. Mereka yang terpanggil oleh pelatih untuk berkesempatan terbang ke Brasil tidak akan membuang peluang tersebut.

Seperti yang dialami oleh 7 pemain muda ini. Di usia yang masih sangat muda, mereka sudah masuk dalam skuad inti tim nasional. Tentu tidak mudah mencapai hal tersebut. Skill, mental, gaya bermain, spirit dan lain sebagainya sudah dipertimbangkan sebelumnya oleh pelatih.

Tak heran jika penampilan mereka cukup memukau di lapangan hijau saat ajang Piala Dunia nanti, bukan tidak mungkin nama mereka akan terkenal karena diperebutkan oleh sejumlah klub elit dunia.

Nah, penasaran siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini.

1. Vincent Aboubakar (Kamerun - Lorient)

Pemian muda pertama kali ini datang dari Kamerun. Di usainya yang masih sangat muda, kemungkinan besar dia akan segera menjadi bintang yang bersinar di jagat sepakbola dunia.

Striker milik Kamerun ini bergabung dengan Valenciennes di tahun 2010, kala ia masih berusia 18 tahun. Skill-nya luar biasa.

Kelemahan dari pemain ini adalah perkembangannya yang masih dianggap lambat. Meski demikian, Lorient tetap tertarik untuk merekrutnya musim panas lalu. Hasilnya, Aboubakar mencetak 16 gol dari 35 penampilan di Ligue 1 bersama klub barunya. Sungguh pencapaian yang fantastis di usia muda.

  2. Serge Aurier (Pantai Gading - Toulouse)

Selanjutnya adalah bek yang bermain untuk klus Prancis lainnya, yakni Toulouse. Serge Aurier merupakan pemain belakang yang menjadi salah satu talenta muda yang paling sering diamati di Eropa.

Terbukti dengan dia mampu mencatatkan debut bersama Lens di Ligue 1 sebelum usianya genap 17 tahun. Ternyata usia muda benar-benar tidak menghalangi naluri bermainnya yang brilian.

Selain mampu bermain di sisi kanan, dia juga fasih untuk bermain sebagai bek tengah. Toulouse membayar 2 juta dolar untuk mendatangkannya dulu. Namun laporan terbaru santer menyebutkan Arsene Wenger ingin Aurier datang ke Emirates untuk menggantikan Bacary Sagna. Hal tersebut jelas membuat nilainya meroket saat ini. 

3. Hiroshi Kiyotake (Jepang - Nurnberg)

Selanjutnya pemain muda berbakat di Piala Dunia 2014 ini datang dari tanah Jepang. Pemuda bernama Hiroshi Kiyotake ini merupakan pemain yang lahir pada tahun 1989. Posisinya sering ditempatkan atau dioperasikan sebagai penyerang. Namun ia juga tidak canggung ditempatkan di posisi manapun di lini depan.

Kiyotake baru berusia 16 tahun saat ia memulai debut di J-League. Kini talenta hebat yang ia miliki membuatnya berkarir di Bundesliga, usai menimba pengalaman selama lima tahun di Jepang.

4. Keylor Navas (Levante - Kosta Rika)

Kosta Rika memiliki talenta muda yang luar biasa, yakni Keylor Navas. Dia adalah pemain yang kini merumput di tanah Spanyol, yakni di klub Levante.

Lahir di tahun 1986, banyak pihak yang menyamakan talentanya dengan kiper legendaris Jose Chilavert. Ia memulai karir di Deportivo Saprissa sebelum memutuskan untuk pindah ke klub Divisi Dua Spanyol, Albacete.

Satu tahun kemudian, Levante menganggapnya punya prospek cerah dan membelinya. Navas pun sukses mengamankan posisi starter di level klub sepanajang musim lalu. Namanya makin mencuat usai Barcelona sempat dikabarkan meminati jasanya untuk menggantikan Victor Valdes.

5. Fabian Schar (Swiss - Basel)

Fabian Schar adalah seorang pemain belakang yang cukup tangguh. Awalnya, tak ada yang mengetahui seperti apa bakat terpendam yang ada di dalam dirinya. Talentanya tidak langsung disadari oleh pemandu bakat di Eropa. Hingga dua tahun silam, pemain kelahiran 1991 ini masih bermain untuk Wil di divisi dua Swiss.

Tak lama kemudian Basel membelinya dengan harga murah dan ia dengan cepat membuat dirinya menyesuaikan diri dengan atmosfer kompetisi utama Swiss. Ia menjadi satu bek tengah yang tampil solid dan juga menunjukkan bakat sebagai seorang pemimpin.

6. William Carvalho (Portugal - Sporting Lisbon)

 Carvalho, pemain yang lahir di tahun 1992 di Angola ini bergabung dengan akademi pemain muda Sporting pada usia 13 tahun. Da merupakan seorang gelandang bertahan yang sangat efektif dan kuat, berkat fisiknya yang lumayan besar.

Meski banyak orang yang mengatakan bahwa perkembangannya cukup lambat, namun Carvalho selalu menunjukkan hal positif. Dia sempat menghabiskan 18 bulan sebagai pemain pinjaman di Club Brugge, sebelum sukses jadi salah satu penampil terbaik Sporting musim lalu.

Bakatnya bahkan sempat dikabarkan menarik minat Manchester United dan Manchester City. 

7. Josip Drmic (Swiss - Bayer Leverkusen)

Josip Drmic (Swiss - Bayer Leverkusen)
Gaya permainan dan posisinya amat mirip dengan Ivica Olic. Ia berkembang bersama skuat muda FC Zurich, dan kemudian memilih berkarir di Bundesliga besama Nurnberg serta mencetak 17 gol.

Sayang, aksi tersebut tak cukup bagus untuk membuat klubnya menghindar dari ancaman degradasi. Namun Drmic tak perlu khawatir karena ia masih akan terus bermain di Bundesliga musim depan usai dibeli oleh Bayer Leverkusen.

Sepak bola memang telah menjadi agama baru penduduk dunia. Namun kelakuan penggemar bola asal Italia telah membuat berang gereja Katolik di Brasil. Mereka membuat iklan yang menampilkan patung Kristus sang penebus di Kota Rio de Janeiro memakai kaos tim dengan julukan Azzuri itu.

Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Sabtu (14/6), gereja Katolik Brasil mengecam iklan ditayangkan oleh saluran televisi Rai Italia. Keuskupan agung Rio de Janeiro menuduh Rai Italia melanggar hak cipta dan menggugat mereka agar mengganti rugi hingga Rp 120,4 miliar.

Presiden Organisasi Olahraga Vatikan (CSI) Edio Costantini mengatakan miris dengan iklan itu. "Kita hidup di dunia yang menempatkan tuhan dalam bangku cadangan," ujarnya. Costantini menambahkan nilai-nilai keagamaan tak lagi dipakai untuk kehidupan namun hanya digunakan sebagai komersialisasi. "Saya merasa marah. Ini lebih parah dari tindakan kekerasan," katanya.

Belum ada tanggapan dari Paus Fransiskus atas kasus ini. Namun sebagai penggemar bola bisa jadi Fransiskus menginginkan kaos terpasang di Yesus Penebus diganti jadi kaos tim nasional Argentina, demikian dituliskan harian the Telegraph.

Pembukaan partai perdana grup B telah bergulir. Partai yang mempertemukan finalis Piala Dunia empat tahun lalu ini sementara dimenangkan oleh juara bertahan, Spanyol.

Di awal babak Spanyol mendominasi penguasaan bola. Akan tetapi peluang emas justru jadi milik Belanda. Menit ke delapan Wesley Sneijder berhasil berhadapan satu lawan satu dengan Ilker Casillas, setelah menerima terobosan Arjen Robben. Namun sayang Casillas masih bisa menghalau tendangan Sneijder.

Menit ke 27 Spanyol mampu unggul lebih dulu. Diego Costa yang dijatuhkan di kotak terlarang oleh de Vrij. Xabi Alonso maju sebagai algojo dan berhasil memanfaatkannya dengan baik. Spanyol 1 Belanda 0.

Selanjutnya giliran David Silva yang memiliki kesempatan emas. Berawal dari terobosoan Iniesta, Silva yang hanya tinggal sendiri berhadapan dengan kiper, akan tetapi tak bisa dimanfaatkan dengan dan hanya menghasilkan tendangan pojok.

Sebaliknya, Belanda mampu menyamakan kebalikan melalui penyerang Manchester United, Robin van Persie. Memanfaatkan umpan Daley Blind yang langsung ke arah kotak penalti, van Persie dengan sigap kemudian terbang menyundul. Hasilnya, Spanyol 1 Belanda 1.

Di babak kedua permainan tak banyak berubah. Spanyol masih mendominasi, sedangkan Belanda tetap mengandalkan serangan balik. Tak percuma skema baru diterapkan sang pelatih Louis van Gaal. Menit ke 53 Robben berhasil memanfaatkan umpan yang di kirmkan oleh Janmaat ke jantung pertahanan Spanyol. Kontrol bola manis Robben dan sempat mengecoh Pique menjadikan Belanda berbalik unggul 2-1.

Delapan menit kemudian, Stefan de Vrij menebus kesalahannya di babak pertama. Di awali tendangan bola mati Sneijder, de Vrij yang sedikit bebas dengan mudah menceploskan bola ke gawang Casillas.

Tak sampai disitu, lagi-lagi van Persie menjadi momok menakutkan bagi La Furia Roja. Tendangan volinya hampir menambah keunggulan untuk Belanda. Beruntung, bola hanya membentur mistar gawang.

Sang juara bertahan benar-benar hancur. Menit 71 van Persie memperbesar keunggulan 4-1 setelah memanfaatkan kontrol bola tak sempurna Ilker Casillas.

Tak sampai di situ, Belanda seakan belum puas. Serangan balik menjadi kunci permainan Belanda kali ini. Robben yang berlari dari tengah sendirian tak mampu dikejar oleh dua bek Spanyol, Pique dan Sergio Ramos. Casillas pun dibikin tak berdaya di depan gawangnya sendiri. Robben pun mencetak gol keduanya.

Dengan hasil ini Belanda menepati posisi pertama grup B. Sedangkan Chile dan Australia baru akan bertanding setelahnya.

Berikut data dan fakta Spanyol vs Belanda

Susunan Pemain:
Spanyol: Ilker Casillas, Cesar Azplicueta, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Sergio Busquets, Xabi Alonso (Pedro 62'), Xavi Hernandez, David Silva (Cesc Fabregas 78'), Andres Iniesta, Diego Costa (Fernando Torres 62').

Belanda: Jasper Cillessen, Janmaat, Ron Vlaar, Stefan De Vrij (Jol Veltman 77'), Bruno Martins Indi, Daley Blind, Nigel De Jong, De Guzman (Georginio Wijnaldum 62'), Wesley Sneijder, Arjen Robben, Robin van Persie (Jeremain Lens 78').

Skor: 1-5
Gol: Xabi Alonso (p) 27', Robin van Persie 45' 72', Arjen Robben 53' 80', Stefan De Vrij 64'.
Tendangan ke gawang: 4-8
Penguasaan bola: 66-34 persen
Pelanggaran: 4-17
Offside: 4-5
Kartu Kuning: Jonathan de Guzman, Stefan de Vrij, van Persie.
Stadion: Arena Fonte Nova, Salvador
Penonton: 51.700
Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)