Select Menu

Combined Post

Mag Posts

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Combined Posts 2

Mag Post 2

2 Column Post

Simple Post

Simple Post 2

New Carousel

Video Posts


Di atas panggung, di tengah sorot kamera, Prabowo Subianto menunjukkan sikap simpatik dan ksatria. Saat Debat Capres II pada Minggu malam lalu, 15 Juni 2014, merespons pemaparan Jokowi soal pentingnya ekonomi kreatif, Prabowo mengatakan, "Maaf ini para penasehat saya. Meskipun saya dilarang untuk apapun mengatakan setuju ke Pak Jokowi, kalau idenya memang baik, saya tetap menyatakan setuju."

Prabowo turun dari kursinya dan dengan simpatik menghampiri Jokowi, menyalami dan mencium pipinya. Suporter Prabowo bertepuk tangan meriah.

Tuluskah sikap simpatik Prabowo itu?

Sayang seribu sayang, pemandangan di atas panggung itu berbeda 180 derajat dengan di belakang panggung.

Kini beredar video yang menunjukkan sikap Prabowo yang sebaliknya. Sebelum debat dimulai, saat dia memasuki ruang tunggu, Jokowi menghampiri Prabowo, menyalami dan mencondongkan mukanya untuk mencium pipi Prabowo sebagai tanda penghormatan.

Apa yang terjadi?

Prabowo tak menanggapi penghormatan Jokowi. Dia melengos dan langsung pergi, meninggalkan Jokowi.


Lihat videonya di tautan ini.
  

 Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil survei elektabilitas 2 kandidat capres-cawapres 2014. Dari hasil survei itu, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) masih unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Hasil survei yang kami lakukan menunjukan, pasangan Jokowi-JK memperoleh 45%, sedangkan Prabowo-Hatta meraih 38,7%," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (15/6/2014).

Melihat angka yang diperoleh, kedua pasangan mengalami kenaikan elektabilitas. Sedangkan, angka swing voters atau pemilih mengambang berkurang.

"Kita melihat kedua pasangan sudah berhasil mengambil suara swing voter sehingga sekarang angkanya tinggal 16,3%," lanjutnya.

Jika diperhatikan, persaingan antara kedua pasangan ini semakin ketat. Selisih suara antara keduanya pun semakin dekat.

"Kita melihat, angkanya semakin ketat. Sekarang selisihnya tinggal 6,3%. Jadi bisa dikatakan keduanya masih punya peluang," ungkap dia.

Survei LSI ini dilakukan pada 1-9 Juni 2014 dengan metodologi multistagerandom sampling. Survei dilakukan kepada 2.400 responden dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin error survei ini mencapai plus minus 2%.